Karier Hijau Berpotensi Menciptakan Jenis Pekerjaan Baru

Indonesian Women's Forum 2023, IWF 2023 16 December 2023

Karier hijau atau pekerjaan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan semakin populer karena berbagai alasan. Saat ini banyak masyarakat semakin peduli dan sadar akan isu perubahan iklim, sehingga kebutuhan akan pekerjaan yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan semakin meningkat. Menyadari hal ini, pada Rabu, 13 Desember 2023 Indonesian Women’s Forum 2023 membahas karier hijau yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian bersama Diah R.Sulistiowati, Communication & Education Manager WWF Indonesia dan Nadia Febina, Founder Lumare Energi. 

 

“Penyebaran semangat dan edukasi karier hijau kepada anak-anak bisa dilakukan mulai dari tingkat SD. Di sekolah, kita bisa memberikan anak-anak pengalaman project-based learning dengan tema lingkungan, misalnya masalah dalam mengelola sampah. Dengan projek kecil-kecilan ini, anak-anak bisa menyadari bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi pekerjaan,” kata Diah R.Sulistiowati yang akrab disapa Sulis. Selain di sekolah, edukasi karier hijau juga bisa diberikan di lembaga nonformal. Jika edukasi terkait karier hijau diberikan kepada banyak orang sejak dini, lapangan kerja yang berfokus pada isu keberlanjutan dan pelestarian lingkungan akan semakin beragam. 

 

Semakin banyak orang yang terlibat dalam karier hijau yang berfokus pada konsep keberlanjutan, semakin besar dampak positifnya terhadap lingkungan dan masyarakat. Namun, saat ini ada berbagai tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan terbesar karier hijau dalam sektor NGO adalah kurangnya keterlibatan perempuan di dalamnya. Ketika kita turun ke lapangan atau ke hutan, masih jarang ada perempuan yang ikut serta.

 

Pertumbuhan karier hijau berpotensi menciptakan jenis pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Nadia Febina bersama Lumare Energi mempunyai misi membangun Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) di Indonesia. Start-up ini memanfaatkan potensi suhu panas air laut sebagai sumber energi yang diupayakan ramah lingkungan. “Saya melihat karier hijau bisa menjadi sesuatu yang mainstream di masa depan, apalagi dengan adanya rencana net zero emissions. Anak-anak zaman sekarang juga sudah menuju ke arah karier hijau karena sudah terpapar isu keberlanjutan,” kata Nadia.

Seperti namanya, karier hijau merupakan bagian dari konsep ekonomi hijau yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, tentunya banyak pihak perlu bekerja sama untuk semakin menyadari pentingnya berinvestasi pada sektor ramah lingkungan. Tujuannya supaya permintaan terhadap karier hijau pun semakin meningkat.



Sulis dan Nadia sama-sama menyetujui bahwa untuk menekuni karier hijau, kita tidak membutuhkan latar belakang pendidikan tertentu. Apapun bidang pekerjaannya, mulai dari finance, komunikasi, hingga fashion, semuanya bisa berupaya menerapkan konsep karier hijau yang bijak dalam mencapai tujuan keberlanjutan dan tetap ada keuntungan. Contohnya, perusahaan dapat mengubah praktik operasional menjadi lebih ramah lingkungan.


Untuk itu, saat ini banyak perusahaan mulai menciptakan permintaan baru akan produk, layanan, dan pekerjaan yang berfokus pada konsep keberlanjutan dan lingkungan hidup. Perusahaan-perusahaan juga mengembangkan cara mereka dalam melakukan hal-hal yang lebih ramah terhadap lingkungan. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menganggap karier hijau sebagai pekerjaan yang bersifat terbatas. 


Jika kita semua bergerak dan menyadari potensi karier hijau, kita tidak akan menjadi serakah dalam menggunakan sumber daya alam. Semua yang kita pakai, konsumsi, dan kerjakan berdampak pada alam, sehingga kita akan berusaha mengurangi hal-hal yang merusak alam. (f)