OCBC Kenalkan Program Untuk Bisnis Berkelanjutan dalam Indonesian Women's Forum 2023

Indonesian Women's Forum 2023, IWF 2023 17 December 2023

Bisnis berkelanjutan tidak hanya seputar ekonomi hijau. Ada banyak hal yang harus diketahui supaya bisnis yang sedang dikembangkan bisa berumur panjang dan semakin besar. Untuk itu, Indonesian Women’s Forum mengajak Yosefin Rosalia Wijaya (Founder Pepper Secret) dan Sari Kartika (SME Proposition Division Head OCBC) untuk membahas upaya yang bisa dilakukan dalam mengembangkan bisnis berkelanjutan pada Kelas Inspirasi yang diselenggarakan hari Kamis, 14 Desember 2023 di The Hall, Senayan City.

Bisnis Pepper Secret berawal dari kesadaran Yosefin akan peluang pariwisata Belitung yang sedang naik daun dan potensi lada. Dari riset yang dilakukan oleh Yosefin bersama institusi lain, ia menemukan bahwa lada memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Hal inilah yang pada akhirnya menuntut Yosefin untuk menjadi kreatif dan terus belajar dalam berinovasi. 

 

Mengetahui bahwa lada memiliki manfaat bagi kulit karena terdapat antibakteri dan antioksidan, Yosefin menghadirkan sabun batang yang terbuat dari lada Belitung. “Pada awalnya, semua orang bertanya-tanya apakah nggak pedes, tuh, pakai sabun lada?”, kata Yosefin tentang tantangan saat mengeluarkan produk bodycare yang terbuat dari lada. Tantangan ini membuat Yosefin menyadari pentingnya storytelling dalam membuat konsumen bisa mengenal produk dengan lebih baik. 



Sari Kartika, SME Proposition Division Head OCBC ajak pebisnis tingkatkan literasi keuangan

Tidak itu saja, pemanfaatan lada menjadi aromaterapi bagus untuk antidepresan karena memiliki kandungan yang membantu kita merasa lebih relaks. Inilah yang membuat Yosefin menghadirkan produk diffuser untuk penggunaan di dalam ruangan. Produk Pepper Secret lainnya yang terbuat dari lada adalah muscle balm untuk otot yang pegal. Yang paling menarik, Yosefin tidak membuang ampas lada, tetapi menggunakannya sebagai pewarna alami untuk koleksi scarf Pepper Secret.

 

“Kita juga menjual lada dalam bentuk utuh, karena kita mau mengedukasi tentang menyimpan bumbu masak lebih tepat dalam bentuk aslinya untuk menjaga kualitas dan cita rasa,” kata Yosefin. Contohnya, jika kita menyimpan lada dalam bentuk bubuk, kita akan membutuhkan bersendok-sendok lada untuk mencapai tingkat kepedasan yang kita mau. 

 

Selain brand awareness, Yosefin juga merasakan tantangan untuk menyediakan supply yang bagus karena sudah ada demand. Karena itu, ia memberikan edukasi kepada para petani lada supaya mereka bisa memenuhi standar yang diinginkan.