Potensi Besar Bisnis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Indonesian Women's Forum 2023, IWF 2023 17 December 2023

Sistem pengelolaan sampah sebenarnya bukanlah proses yang sederhana. Dibutuhkan pendekatan yang tepat dan strategi komprehensif untuk mengelola sampah secara efisien. Sebagai praktisi lingkungan dan social entrepreneur di bidang pengelolaan sampah, Wilda Yanti, CEO PT Xaviera Global Synergy, memaparkan cara untuk fokus menangani masalah sampah dan mengubahnya menjadi bisnis di sesi Kelas Inspirasi bertema “Satu Langkah Untuk Bumi” pada acara Indonesian Women’s Forum 2023 hari Kamis, 14 Desember 2023 di The Hall, Senayan City.

 

Usaha yang dijalankan oleh Wilda bermula dari gerakan sosial. Kemudian ia menyadari kalau hanya berupa gerakan sosial dan tidak ada dana untuk menutupi biaya operasional, ia tidak bisa berjalan lebih jauh dalam membantu lebih banyak orang. Maka sejak 2011, ia mengembangkan gerakan sosialnya menjadi kewirausahaan sosial. 

 

“Kalau mau masuk ke dalam bisnis pengelolaan sampah, kita harus memulainya dari memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat,” kata Wilda. Contohnya, sebarkan edukasi kepada masyarakat di sekitar rumah tentang memilah sampah yang merupakan kewajiban kita dan awal dari ekonomi sirkular. 

 

Apapun jenis sampahnya, ada cara untuk membersihkan dan memilahnya di rumah. Saat pertama kali melakukannya, memilah sampah dengan benar mungkin terasa merepotkan. Setiap jenis sampah harus dipilah secara berbeda karena masing-masing dibuang dengan cara tertentu. Namun, kita bisa menyederhanakan praktik pemilahan sampah dan menyesuaikannya dengan aktivitas sehari-hari semua anggota keluarga. Lama-kelamaan, perencanaan yang matang dan perubahan yang bijaksana terkait pemilahan sampah di rumah dapat berdampak signifikan terhadap lingkungan.

 

Dengan melakukan pemilahan dengan benar, sampah yang belum diambil oleh petugas juga tidak menjadi berantakan di dalam tempat sampah. Di sisi lain, jika kita memutuskan untuk menyetorkan sampah yang sudah dipilah ke bank sampah kemudian mendapatkan insentif, anggaplah itu sebagai bonus karena kita sudah memilah sampah. 



Wilda Yanti, CEO PT Xaviera Global Synergy paparkan cara fokus kelola sampah


Solusi Bank Sampah

Menjadi wadah untuk mengelola sampah, bank sampah bisa dikelola oleh masyarakat, pelaku usaha, atau pemerintah daerah. Umumnya, kita bisa menemukan Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat RT/RW dan Bank Sampah Induk (BSI) di tingkat kota atau wilayah.

 

Bagi yang ingin mendirikan bank sampah, arah dan tujuan usaha perlu ditentukan dengan jelas dan jujur. Bentuk usaha atau kelembagaannya juga ditetapkan. Misalnya, apakah bank sampah tersebut merupakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), gerakan sosial, atau usaha yang diseriusi menjadi pekerjaan. Dengan mengetahui bentuk usahanya, kita bisa membenahi manajemen bank sampah supaya bisa berjalan dengan optimal. Selanjutnya, cari tahu kendaraan operasional dan teknologi yang dibutuhkan untuk mempermudah langkah kita terkait solusi bank sampah. 

 

Biasanya, kelemahan bank sampah dalam mengatur nasabah adalah kurangnya komunikasi. Jika mengalami kesulitan dalam mendapatkan nasabah bank sampah, tidak perlu putus asa. Solusinya, edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah perlu dilakukan dengan konsisten. 

 

Kita punya tanggung jawab besar untuk masa depan. Kalau hari ini kita merusak lingkungan karena perilaku yang belum baik, nanti anak-anak dan generasi berikutnya yang menjadi korban. Memilah sampah di rumah hingga terjun ke bisnis pengelolaan sampah merupakan upaya untuk menjaga bumi. Selain menciptakan lapangan kerja dan usaha baru, bisnis pengelolaan sampah juga bisa turut mendukung energi terbarukan. Jadi, mari kita mengambil langkah pertama menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dengan memilah sampah dengan benar dan efisien. (f)